Rabu, 22 Januari 2014

Cat atau Tinta Sablon Sebagai Alat Utama Sablon III

Melanjutkan dari Cat Sablon Sebagai Alat Utama Sablon II
Kenapa demikian??
karena kalo suhu panasnya dibawah 100 derajat celcius, itu dijamin cat plastisol ini daya lekatnya akan mudah pudar atau luntur.
Cat plastisol ini juga dalam proses finishing aja memerlukan alat khusus, banyak yang menyebutnya yaitu CURRING atau CONVEYER alat ini diciptakan khusus, salah satunya untuk mengeringkan cat plastisol, karena curring atau conveyer ini panasnya bisa mencapai 600 derajat celcius.

Cat atau Tinta Sablon Sebagai Alat Utama Sablon II

Cat atau Tinta Sablon Sebagai Alat Utama Sablon II

Melanjutkan dari Cat Sablon Alat Utama Sablon I
Supaya daya lekat lebih kuat di bahan yang kita sablon, biasanya cat PVC ini setelah kita sablonkan, kita harus menimpanya dengan medium yaitu sejenis cat PVC juga yang fungsinya untuk memperkuat daya lekat cat PVC ke bahan yang kita sablon, disamping itu Mediumini berguna untuk mengkilapkan cat PVC sehingga cat PVC yang tyelagh disablonkan akan terlihat mantap, kalau di water base ada yang namanya coating, itu fungsi dan hasilnya sama dengan medium cuma beda basisnya saja.
Selain cat PVC, cat yang berbasis minyak lainnya adalah PLASTISOL tetapi plastisol ini berbeda dengan cat PVC. karena cat jenis plastisol ini tidak perlu kita campur-campur dulu sewaktu akan menggunakannya sebab kekentalan jenis plastisol ini sudah standar, keunggulan dari jenis cat plastisol ini adalah kita dapat memodifikasi hasil sablon, misalnya kalau kita pengen agak tebal hasil sablon, kita bisa mengatur didalam proses pengafdrukannya dengan ketebalan yang kita inginkan, karen cat plastisol ini mempunyai kepadatan yang bagus dibanding dengan cat yang berbasis ait seperti GL, Rubber dan lainnya.
Oh ya.. Keunikan dari cat plastisol ini dia tidak memerlukan pewarna tambahan karena kalau kita membeli cat plastisol ini, sangat instant masing-masing warna sudah tersedia kalo kita menghendaki warna tertentu kita tinggal mencampurnya aja sesuai warna yang diinginkan, cumaaa cat plastisol ini tidak bisa kering dibawah suhu 100 derajat celcius, tetapi kita harus mengeringkannya dengan memakai Hair Drier khusus yang panasnya bisa mencapai 300 derajat celcius.
Kenapa demikian? next Cat Sablon Sebagai Alat Utama Sablon III

Cat atau Tinta Sablon Sebagai Alat Utama Sablon I

Cat atau Tinta Sablon Sebagai Alat Utama Sablon I

Cat sablon ada beberapa jenis yang dapat kita gunakan didalam oproses penyablonan diataranya :
1. Cat sablon yang berbasis minyak 
Cat sablon berbasis minyak yaitu cat PVC, cat PVC ini banyak sekali digunakan oleh para pengarajin dunia sablon untuk bahan-bahan yang mengandung polyester atau nilon seperti pembuatan tas, jaket hujan atau jas hujan, plastik, kertas, payung, kaca, gelas, mangkok dan lain-lain.
Cat PVC ini kadang kita tidak bisa instan atau seadanya untuk menggunakannya. tetapi terlebih dahulu kita harus mencampurnya dengan minyak khusus misalnya, M3, M4, tepin. Kenapa kira harus mencampurnya dahulu...? karena biasanya cat PVC ini kekentalannya terlalu pekat, sehingga untuk memudahkan dalam proses penyablonan kira harus mencampurnya terlebih dahulu dengan minyak yang telah di sebutkan diatas. mengenai takaran dan ukurannya sesuai dengan kebutuhan maximal 20%, karena jika lebih dari 20% cat PVC ini akan mudah buyar atau pecah setelah proses sablon.
Cat atau Tinta Sablon Sebagai Alat Utama Sablon II

Meja Sablon Built-Up Sebagai Peralatan Utama Sablon

Meja Sablon Built-Up Sebagai Peralatan Utama Sablon

Meja Sablon Built-Up yaitu meja sablon yang dibikin (dibuat-atr) satu per satu, mengenai ukurannya sesuai dengan yang kita kehendaki, meja sablon built-up ini dibuat dari triplek kurang lebih 3 sampe dengan 9 mm lebarnya.
Selanjutnya akan kami paparkan nanti ada keperluan mendadak maap yah...hehehe

Sejarah Master/Pakar Sablon BAB I

Sejarah Master/Pakar Sablon BAB I

Inilah awal muasal master "Q" Sablon, bisa disebut sebagai master dalam bidang seni sablon. 1992 Master "Q" baru lulus dari sekolah teknik mesin jurusan Automotif yang tepatnya di STM DCB jurusan Automotif, tetapi sekarang sudah berganti nama menjadi SMK PERSIT KARTIKA CANDRA di daerah Bandung. Setelah master "Q" lulus sekolah STM, disanalah awal dari perjuangan hidup master "Q" dimulai dari mencari perusahaan dibidang automotif, master "Q" mencari lowongan pekerjaan dan melamarnya, tetapi keberuntungan masih belum memihak, hasil massih nihil, panggilan dari perusahaan yang dilamarpun masih tidak ada hasilnya. alhasil selama satu tahun master "Q" menikmati masa pengangguran. setelah itu pada bulan juni 1993 master "Q"
mencoba menambah ilmu dengan mengambil bidang yang lain selain dari jurusan ketika STM ditekuni. Master "Q" mencoba kursus komputer, maklum pada tahun 1993 ilmu tentang komputer masih berbasis DOS belum secanggih sekarang, ketika itu master "Q" mengambil DOS,WS,DBASE,LOTUS sebagai mata pelajaran kursusnya. setelah master "Q" lulus selama 3 bulan, master "Q" semakin percayadiri untuk memasukan lamaran pekerjaan ke berbagai perusahaan , dengan berbekal ilmu tambahan yang master "Q" miliki yaitu ilmu komputer, tetapi hasil masih tetap sama, walaupun sertifikat komputer telah master "Q" dapat. Master "Q" mengalami sedikit frustasi karena segala usaha dan upaya telah dilakuakan oleh master "Q" alhasil Master "Q" menjadi pengangguran lagi.
Setelah kegagalan berkali-kali yang telah dialami, master "Q" tidaklah 100% diam atau menganggur, master "Q" mencoba mendatangi beberapa........ sejarah BAB II

Sejarah Master/Pakar Sablon BAB II

Sejarah Master/Pakar Sablon BAB II

Setelah kegagalan berkali-kali yang telah dialami, master "Q" tidaklah 100% diam atau menganggur, master "Q" mencoba mendatangi beberapa teman-teman semasa sekolah dulu, dari situ master "Q" mulai mendapatkan ilmu tambahan gratis yaitu bagai mana cara menyablon kartu nama dan plastik. Akhirnya tanggal 24 September 1994 master "Q" mendapat tawaran kerja dari salahsatu perusahaan swasta yang cukup terkenal di Bandung untuk mengisi lowongan kerja dibagian sablon kaos.
Master "Q" tidak ambil pusing langsung saja kesempatan kerja ini diambil. meski dari sisi penghasilan yang didapat justru jauh dibandingkan penghasilan dirumah, dengan melayani pesanan sablon kartu nama dan plastik. Namun master "Q" 
tidak melihat dari sisi itu, hanya berharap semakin banyak ilmu yang akan didapat dari perusahaan tempat master "Q" bekerja, walaupun hasilnya tidak banyak master "Q" bersukur karen hasilnya bisa dinikmati hingga sekarang.
Master "Q" mulai mengisi posisi kerja satu persatu diperusahaan baru tempat master "Q" bekerja, dari mulai mengisi dibagian operator sablon, afdruk, matching cat, disain, sampe sampel dan QC, karena diperusahaan tempat master "Q" bekerja identik dengan kualitas, Perusahaan swasta ini termasuk perusahaan export, melayani beberapa brand ternama, dari situ master "Q" mulai belajar banyak mengenai sablon kaos khususnya.

Peralatan Sablon Utama dan Tambahan

Peralatan Sablon Utama dan Tambahan

Dalam bidang sablon ada beberapa hal yang harus diperhatikan satu diantaranya adalah peralatan sablon utama dan tambahan, master "Q" akan memperkenalkan peralatan-peralatan tersebut yaitu diantaranya :
Peralatan Utama diantaranya : 
- Skrin
- Rakel
- Cat
- Meja Sablon
Peralatan Tambahan diantaranya :
- Meja Afdruk

- Lack Coater
- Hair Dryer
- Lem Sablon
- Busa
- Papan Triplek Sablon
- Besi Beban
- Obat Afdruk
- Tuas/ Knok
- Leter T/Siku/kunci
- Film Disain
- Semprotan Air



Beberapa penjelasan singkat dari peralataan-peralatan diatas :
Skrin
Tempat hasil cetakan gambar yang sudah melalui proses afdruk. 
Rakel
Alat untuk mencetak gambar dari skrin kebidang yang akan kita sablon seperti kaos, plastik, kertas, tas dan lain sebagainya.
Meja Sablon 
Alas atau dasar untuk meletakan bahan yang akan kita sablon setelah melalui proses pengeleman sablon.
Cat
Pewarna dasar untuk menghasilkan gambar setelah proses sablon dilakukan sesuai dengan kehendak.

Peralatan Tambahan
Meja Afdruk
Alat untuk menempelkan gambar atau film hasuk disain setelah melaui proses pemberian obat afdruk.
Hair Dryer
Suatu alat untuk mengeringkan obat afdruk yang telah kita tempelkan kedalam skrin 
Lak Coater
Alat untuk menempelkan obat Afdruk ke dalam skrin
Lem Sablon
Untuk menempelkan bahan yang akan kita sablon diatas meja sablon. setelah proses pengeringan melalui hair dryer  atau alami.
Busa
Untuk menekan skrin ke dasar meja sablon agar lebih merata, sehingga film atau gambar yang akan kita afdruk hasilnya akan lebih sempurna.
Papan Triplek Sablon
Alat bantu busa dalam menekan gambar/film yang akan di tempelkan kedalam srin oleh meja afdruk sebelum diberi beban yang sesui.
Besi Beban
Suatu alat untuk memberi beban atau tekanan diatas papan triplek dan busa agar gambar atau film yang kita afdruk lebih sempurna dan tajam, kare jika tanpa besi beban semua yang akan kita afdruk hasilnya akan sia-sia, oleh karena itu dalam proses afdruk besi beban ini sangat diperlukan.
Obat Afdruk
Obat untuk menempelkan gambar atau disain dari film ke dalam skrin.
Tuas atau Knok
Suatu alat yang sangat diperlukan dalam proses penyablonan sehingga hasil sablon sesuai dengan ukuran atau jarak yang telah ditentukan.
Leter T atau Kunci atau Siku
Suatu alat yang dipasang atau ditempelkan diatas skrin dalam proses penyablonan, agar tiap-tiap warna pada gambar tidak meleset atau melenceng atau lari dari warna-warna lainnya.
Film atau Disain
Sarana untuk menempelkan gambar yang akan memasuki proses afdruk, biasanya film disain ini memakai kertas kalkir, karena kertas kalkir ini akan membantu memudahkan dalam proses afdruk untuk menghasilkan gambar yang sempurna didalam skrin.
Semprotan Air
Untuk membuka gambar setalah proses pengafdrukan dengan memekai air
Harter atau Hardiner
Untuk menguatkan obat afdruk ke kalkir
Hot Press/mesin press
alat ini sangat membantu dalam pengeringan maupun daya rekat cat di atas bahan dasar /kain, khususnya cat GL atau karet(rubber).

CUrring
alat ini sama fungsinya dengan hot press tetapi hanya dikhususkan untuk cat pigmen dan cat plastisol. 

KAwat Hekter
Untuk mengikat kain monil pada screen.
Monil
kain khusus yang  tebuat dari benang nylon. Biasa dipakai sebagai alas untuk proses sablon yang terdapat dalam screen